Insecurity

Insecurity adalah perasaan tidak aman atau ketidakyakinan yang dimiliki oleh seseorang. Biasanya, perasaan ini dapat membuat seseorang menjadi tidak percaya diri, penuh rasa takut atau khawatir, atau rendah diri.

Insecure person adalah orang yang selalu menganggap bahwa dirinya tidak cukup baik atau dirinya tidak bernilai. 

 

Terdapat 2 macam insecure person, yaitu:

  1. Orang yang melampiaskan insecurity-nya ke diri sendiri
  2. Orang yang melampiaskan insecurity-nya ke orang-orang di sekitarnya

 

Tanda-Tanda Insecure Person :

  1. Tidak percaya diri dan memandang rendah diri sendiri
  2. Menghindari interaksi dengan lingkungan
  3. Merasa tidak ingin keluar dari zona nyaman
  4. Suka membandingkan diri dengan orang lain
  5. Haus pujian dan pengakuan dari orang lain
  6. Sulit untuk menerima pujian
  7. Sulit untuk menatap mata orang lain
  8. Meminta maaf secara berlebihan
  9. Sulit untuk mebuka diri kepada orang lain
  10. Kesulitan untuk mengambil keputusan
  11. Membiarkan orang lain mendikte dirinya
  12. Sulit untuk meminta tolong kepada orang lain

 

Penyebab Insecurity :

    1. Kegagalan
    2. Mendapat Penolakan
    3. Sifat Perfeksionisme
    4. Kecemasan Sosial
    5. Parenting
    6. Bullying
    7. Body Image
    8. Umur
    9. Sesuatu yang disembunyikan
    10. Trauma
  1.  

 

Penyebab Orang Merasa Insecure 

Salah satu penyebab munculnya rasa insecure dalam diri adalah dialog suara hati kritis terhadap diri sendiri. 

Hal tersebut diungkapkan penulis buku “Conquer Your Critical Inner Voice” yang ditulis Lisa Firestone yang mengatakan suara hati kritis tersebut diadopsi secara tidak sadar oleh diri sendiri ketika seseorang menyaksikan atau mengalami sikap yang tidak menyenangkan terhadap diri sendiri. 

“Secara tidak sadar kira mengadopsi dan mengintegrasikan pola pemikiran destruktif ini kepada diri sendiri dan orang lain,” lanjutnya dikutip dari “Psycalive”

Sementara itu, “Psychology Today” menyebutkan terdapat tiga penyebab umum insecurity yang biasa terjadi sebagai berikut: 

– Takut gagal atau takut mengalami penolakan 

– Tidak percaya diri akibat kecemasan bersosialisasi 

– Merasa insecure karena keinginan untuk selalu sempurna

 

Lalu bagaimana kita mengatasi insecurty? dalam blog ini kami membahas dalam dua cara pandang berbeda, yaitu dalam cara pandang orang umum dengan cara pandang orang percaya dalam agama kristen, berikut linknya:

SCRUM

SCRUM

 

Scrum adalah sebuah metode software development yang masuk kedalam metodologi agile development methods, yaitu salah satu metodologi pengembangan perangkat lunak yang membantu tim ataupun beberapa tim untuk merespon ketidakpastian dalam manajemen proyek software development, pada dasarnya memberikan kemampuan beradaptasi dalam sebuah proyek. Prinsip dari Agile Development Methods, yaitu:

  1. Prioritas utama proses agile adalah memuaskan klien dengan menghasilkan perangkat lunak yang bernilai dengan cepat dan rutin.
  2. Menyambut perubahan kebutuhan, walaupun terlambat dalam pengembangan perangkat lunak. Proses Agile memanfaatkan perubahan untuk keuntungan kompetitif klien.
  3. Menghasilkan perangkat lunak yang bekerja secara rutin, dari jangka waktu beberapa minggu sampai beberapa bulan, dengan preferensi kepada jangka waktu yang lebih pendek.
  4. Rekan bisnis dan pengembang perangkat lunak harus bekerja sama tiap hari sepanjang proyek.
  5. Kembangkan proyek di sekitar individual yang termotivasi. Berikan mereka lingkungan dan dukungan yang mereka butuhkan, dan percayai mereka untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik.
  6. Metode yang paling efisien dan efektif untuk menyampaikan informasi dari dan dalam tim pengembang perangkat lunak adalah dengan komunikasi secara langsung.
  7. Perangkat lunak yang bekerja adalah ukuran utama kemajuan.
  8. Proses agile menggalakkan pengembangan berkelanjutan. Sponsor-sponsor, pengembang-pengembang, dan pengguna-pengguna dapat mempertahankan kecepatan tetap secara berkelanjutan.
  9. Perhatian yang berkesinambungan terhadap keunggulan teknis dan rancangan yang baik meningkatkan Agility.
  10. Kesederhanaan (memaksimalkan sumber daya yang tersedia) adalah hal yang amat penting.
  11. Arsitektur, kebutuhan, dan rancangan perangkat lunak terbaik muncul dari tim yang yang dapat mengorganisir diri sendiri.
  12. Secara berkala, tim pengembang berefleksi tentang bagaimana untuk menjadi lebih efektif, kemudian menyesuaikan dan menyelaraskan kebiasaan bekerja mereka.

 

SCRUM adalah metode yang disusun oleh Jeff Sutherland dan timnya di awal tahun 1990-an. Prinsip dari metode SCRUM sesuai dengan prinsip dan metodologi dari prinsip-prinsip agile development software, dan dimasukkan dalam sebuah proses kerja yang memiliki framework berikut: kebutuhan (requirements), analisis (analysis), desain (design), evolusi (evolution), dan pengiriman (delivery).

Dalam setiap framework, pekerjaan yang dilakukan masuk dalam serangkaian pola kerja yang dinamakan sprint. Waktu pekerjaan yang ada dalam satu(1) sprint akan beragam dari perusahaan dan projek yang sedak dikerjakan, dan juga akan disesuaikan dengan masalah ataupun tujuan dari projek yang sekarang dikerjakan, sering di modifikasi juga oleh team SCRUM yang ada dalam projek.

SCRUM mengedepankan penggunaan software process pattern yang sudah terbukti efektif untuk projek yang memiliki: jadwal ketat, kebutuhan yang berubah-ubah, dan kekritisan bisnis. Setiap pola pekerjaan mendefinisikan pekerjaan pengembangan berikut:

 

 

  1. Backlog = daftar prioritas yang berisi kebutuhan atau fitur yang memiliki nilai bisnis tinggi bagi pelanggan. Kebutuhan atau fitur apa saja dapat dimasukkan kapan saja. Manajer produk adalah yang akan menilai backlog dan memperbarui proritas.

 

  1. Sprints= merupakan unit-unit pekerjaan yang harus disesuaikan dengan kebutuhan yang sudah di definisi dalam backlog, dikerjakan dalam waktu yang sudah didefinisikan. Perubahan tidak dapat terjadi dalam sprint, sehingga sprint memungkinkan tim untuk bekerja dalam jangka pendek namun ruang kerja stabil.

 

  1. SCRUM meetings= adalah pertemuan pendek(biasanya hanya 15 menit) yang dilakukan setiap hari kerja oleh tim SCRUM yang ada. 3 pertanyaan penting yang ditanyakan dalam pertemuan ini, yaitu:
    • Apa yang Anda lakukan sejak pertemuan tim sebelumnya?
    • Apa kendala yang Anda hadapi?
    • Apa yang Anda rencanakan untuk dicapai sampai pertemuan tim berikutnya?
  •  

Seorang pemimpin tim SCRUM yang dipanggil SCRUM master, memimpin pertemuan dan mengevaluasi respon dari setiap anggota tim. Pertemuan ini membantu menemukan potensi masalah-masalah lebih awal dan pertemuan kecil ini akan mengarah ke “knowledge socialization” sehingga mempromosikan struktur tim yang dapat mengorganisir diri.

 

  1. Demos= memberikan software increment kepada pelanggan sehingga fungsionalitas yang sudah diimplementasikan dapat di demonstrasi dan dievaluasi oleh pelanggan. Penting untuk disadari bahwa demo yang ada kemungkinan tidak memiliki semua fungsionalitas dan kebutuhan yang sudah direncanakan, melainkan fungsi-fungsi yang dapat dikerjakan dalam time-box yang sudah disediakan.

Beedle dan rekan-rekannya mendiskusikan secara komprehensif apa itu SCRUM, dimana mereka menyebutkan: “SCRUMS assumes up-front the existence of chaos…”, yang berarti: “SCRUM dari awal sudah mengasumsi adanya kekacauan….”. Pola kerja dari proses SCRUM memungkinkan tim software develpment untuk bekerja dengan sukses dalam sebuah dunia dimana eliminasi dari ketidakpastian itu mustahil.

 

Sumber:

 

Roger S. Pressman – Software Engineering_ A Practitioner’s Approach, 7th Edition-McGraw-Hill Higher Education (2010)

https://www.blueprintsys.com/agile-development-101/agile-methodologies

http://www.mountaingoatsoftware.com/agile/scrum

First Blog! Introduction and etc

This Blog was made with Blog Civitas UPI.

if you are a student of Indonesia University of Education then you should check it out and start your own Blog there!

 

My name is Jonathan Suara Patty

i was born on 15th April 2000, in Jakarta

i am a student of UPI(Indonesia University of Education) from 2018

and i am taking computer science as my major